Nganjuk - Purna sudah perjuangan Muhammad Aditya alias Adit (6), bocah asal Nganjuk dalam merawat Sunarti, ibu kandungnya yang lumpuh. Sunarti meninggal dunia pukul 10.20 WIB, Selasa (24/1/2012) di RSUD Nganjuk.
Sunarti, ibu Aditya sejak 13 Desember 2011 lalu kembali menjalani perawatan di rumah sakit hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Sunarti mengalami lumpuh yang dideritanya semakin parah dan terserang decobitus atau bed sores merupakan borok terbuka di pinggang ibu hingga membusuk.
Setelah mendapat perawatan 43 hari oleh tim medis RSUD Nganjuk, namun nyawa Sunarti tetap tidak bisa tertolong.
"Ibu Sunarti juga mengalami infeksi pada luka di pinggangnya. Kita sudah memberikan pertolongan semaksimal mungkin," kata Andri Wicaksono kepala ruangan RSUD Nganjuk kepada wartawan, Selasa (24/1/2012).
Sunarti, wanita berusia 45 tahun selama ini menggantungkan hidup ke anaknya yang masih berusia 6 tahun, Muhammad Aditya. Sunarti didiagnosa mengalami gangguan saraf di kakinya.
Jenazah Sunarti dimakamkan di Dusun Ponggok Desa Banjarsari Kecamatan
Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang, tanah kelahiran Sunarti. Jenazah langsung diantar petugas RSUD Nganjuk ke Jombang. Bahkan sejumlah pejabat Pemkab Nganjuk juga ikut mengantar jenazah ke Jombang untuk pemakaman Almarhum Sunarti.
"Jenasah disemayamkan di rumah Pak Mustain RT 04 Rw 05 Desa Banjarsari dan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat," kata Abdul Wahid, Humas Pemkab Nganjuk yang mengikuti pemakaman jenazah Sunarti kepada detiksurabaya.com.
Abdul Wahid menambahkan bahwa untuk Aditya, rencananya tetap akan diasuh di Panti Asuhan hingga Aditya lulus SLTA. Abdul Wahid mengaku bersyukur, karena Ibu Sunarti meninggal setelah semua urusan terkait bantuan pembaca detiksurabaya.com untuk Aditya telah selesai dan bisa diketahui ibu kandungnya sendiri saat masih hidup.
"Insya Alloh Ibu Sunarti meninggal dengan tenang, karena masa depan anaknya yang paling disayangi sudah terjamin melalui asuransi yang dihimpun dari pembaca detiksurabaya.com," ungkap Abdul Wahid.
Atas Meninggalnya Sunarti, dengan kepolosannya, Aditya hanya berharap ibu kandungnya masuk surga.
"Semoga ibu masuk surga," kata Aditya sambil terus meneteskan airmatanya kepada detiksurabaya.com saat di rumah sakit.
Aditya sempat mendapat perhatian publik saat diketahui bahwa bocah berumur 6 tahun berjuang sendiri merawat ibunya yang lumpuh. Mulai cuci baju hingga meladeni makan ibunya yang hanya bisa berbaring di atas kasur.
Atas kasus itu, pembaca detiksurabaya.com berhasil mengumpulkan dana bantuan sebesar Rp 185 juta untuk diberikan kepada Aditya dengan diwujudkan berupa polis asuransi pendidikan dan kesehatan senilai Rp 120 juta, rumah bersertifikat senilai Rp 50 juta dan tabungan sebesar Rp 15 juta.
Artikel dari detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar